![]() |
| eras Narang, Presiden MADN (j/1/merdeka.com) |
Palangka Raya,- Paska pengumuman kabinet di Istana negara, Ahad (26/10) kemarin, dimana
tokoh yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) ternyata
gagal masuk kabinet membuat sebagian rakyat Kalteng kecewa.
Kekecewaan mereka tergambar dari
sejumlah kicauan mereka di media sosial, terutama FB, mereka
mempertanyakan tidak diakomodirnya aspirasi warga Dayak Kalimantan
tersebut lantaran rekomendasi KPK dan PPATK yang konon memberikan tanda
merah menandai yang bersangkutan sebagai calon menteri “bermasalah”.
Namun pada akun FB yang sama ada pula yang mendukung langkah Jokowi – Jk
mencoret calon menteri yang berpotensi terlibat kasus korupsi.
Sejumlah warga menyatakan kekecewaan mereka, melalui FB akun “Siapa Gubernur Kalimantan Tengah 2015-2020“,
mereka berkicau benar-benar kecewa karena rakyat Kalteng telah
dikibuli, saking kecewanya ada diantara anggota group akun FB tersebut
mengancam untuk membentuk Borneo Merdeka atau minimal Otonomi
Khusus Tanah Dayak.Akan tetapi hal ini hanya bentuk penampiasan
kekecewaan mereka saja, bukanlah sikap resmi kelembagaan adat Dayak di
Kalteng.
Ancaman ini terlontar lantaran menurut
mereka tidak dihargainya aspirasi warga Dayak, sebab sejak awal
kemerdekaan hingga saat ini belum pernah ada tokoh Dayak yang menjadi
Menteri, lebih-lebih lagi menjadi Wakil Presiden atau Presiden.
Para
tokoh suku Dayak se Kalimantan saat memeringati rapat Damai Tumbang
Anoi, meminta dan akan rekomendasi Teras Narang agar masuk dalam jajaran
kabinet pemerintahan Jokowi-JK. Walaupun pada kesempatan itu menurut
Teras Narang hal demikian tidak perlu, karena jabatan Menteri adalah hak
prerogatif Presiden dan merupakan kepercayaan Presiden.
Terhadap kenyataan tidak masuknya
namanya, Teras Narang sendiri menyatakan ikhlas menerima kenyataan bahwa
ia tidak masuk kabinet kali ini, ia akan fokus membangun masyarakat
baik menjadi pejabat negara maupun tidak. (j/1/wartakalimantan.com)



0 komentar:
Posting Komentar