![]() |
| Bupati H Nadalsyah dan Wakil Bupati Ompie Herby saat sidak ke PLN Ranting Muara Teweh. (dhony) |
Muara Teweh,- Bupati Barito Utara H Nadalsyah, Wakil Bupati Ompie Herby dan Pimpinan
DPRD setempat pekan lalu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor
Ranting PLN Muara Teweh di Jalan Beringin Muara Teweh.
Sidak tersebut dilakukan orang nomor
satu dan jajaran pimpinan DPRD ke ranting BUMN tersebut konon, pada hari
yang sama saat Rapat Paripurna Di Gedung DPRD Barito Utara, tiba-tiba
saja aliran listrik mati, kemudian hidup kembali. Namun selang puluhan
menit kemudian kembali padam. Hal inilah yang membuat Bupati Nadalsyah
berang dan segera melakukan sidak siang itu juga.
Keadaan
ini sangat mengganggu aktivitas yang berlangsung di Gedung wakil rakyat
maupun dilingkup Pemkab Barito Utara, karena semua menggunakan sumber
energi listrik dari pembangkit listrik milik ranting BUMN itu.
Pemkab Barito Utara dan masyarakat
selaku konsumen linstrik di kabupaten itu merasa kecewa terhadap
pelayanan PLN yang dalam beberapa bulan terakhir ini sering melakukan
pemadaman dengan alasan yang tidak jelas.
Pemadaman tersebut terjadi tidak
mengenal waktu, baik pagi, siang, sore maupun malam, bahkan dalam satu
hari pemadaman bisa sampai lebih dari empat kali.
Meski cuaca normal pihak PLN Muara
Teweh tetap melakukan pemadaman mendadak, akibat pemadaman yang tak
jelas itu sejumlah perangkat electronik di kantor kantor maupun milik
pribadi warga mengalami kerusakan.
Menyambut kedatangan rombongan Bupati
siang itu, tampak para pegawai Ranting PLN Muara Teweh kaget, mereka
tampak kerepotan dan mondar mandir setelah mengatahui ada Bupati beserta
Wakil Bupati serta Ketua Dewan DPRD didampingi pejabat lainnya secara
mendadak menyambangi kantor mereka.
Pada Sidak tersebut Bupati Barito
Utara beserta Ketua DPRD Barito Utara meneguran keras Kepala Ranting
PLN Muara Teweh Tatok Winarto, sayangnya ia tidak berada di kantornya, H
Nadalsyah hanya memberikan teguran keras kepada Staf PLN yang ada, agar
mereka menyampaikannya kepadaTatok Winarto.
Bupati Barito Utara Nadalsyah
mengatakan, kalau memang ada hujan topan badai kebakaran, pergantian
kabel tegangan tinggi, pembersihan pohon pada kabel dan sejenisnya itu
dianggap wajar dilakukan pemadaman. Namun, pemadam yang sering terjadi
sekarang ini tidak jelas.
Nadalsyah memberikan contoh kepada
petugas PLN seperti pemadaman yang terjadi pada saat rapat paripurna
sebanyak dua kali padam dalam satu jam, sama sekali tidak jelas
alasannya.
Dikatakannya, bahwa banyak laporan
yang masuk kepada DPRD dan Bupati kalau di beberapa desa listrik PLN
padam selama beberapa hari, jelas saja semakin sering mesin pembangkit
dimatikan, maka minyak (BBM) pada tangki PLN akan semakin Irit selama
beberapa jam, hal tersebut akan memberikan keuntungan kepada PLN, Bupati
Barito Utara meminta mulai saat ini PLN Muara Teweh dinormalkan
kembali. (j/1/dhony/wartakalimantan.com)



0 komentar:
Posting Komentar