Berita Terkini:
SELAMAT DATANG DI BATARA TELEVISI SATU KARYA UNTUK SEMUA MEDIA PORTAL BERITA LOKAL DAN NASIONAL EMAIL : bataratelevisi@gmail.com BACA BERITA DISINI MENAMBAH INFORMASI DAN WAWASAN BAGI ANDA, MEDIA INI BEKERJASAMA DENGAN WARTAKALIMANTAN.COM MEDIA PORTAL BERITA TERKEMUKA DI KALIMANTAN, jika ingin berita anda di pasang di website ini silahkan kirim ke email kami terima kasih

SPIRIT TUMBANG ANOI DALAM DIMENSI KEKINIAN

Sebagian dari tokoh dayak pada rapat damai tumbang anoi 1894 (dok)
Sebagian dari tokoh dayak pada rapat damai tumbang anoi 1894 (dok)
Tumbang Anoi, sebuah desa kecil dan terpencil, saat ini segelintir orang yang tahu tentang desa sunyi ini, namun 120 tahun yang lalu desa ini pernah membuat sejarah penting, bukan hanya bagi “bangsa Dayak”, akan tetapi juga Pemerintah Hindia Belanda. Maaf kalau Redaksi menyebutnya “bangsa Dayak”, karena pada saat ini belum ada bangsa Indonesia.
 
Di tengah hutan jantung pulau Borneo ini tahun 1894 tepatnya tanggal 22 Mei 1894 – 24 Juli 1894 terjadi sebuah peristiwa, yaitu yang dinamakan Rapat Damai Tumbang Anoi, ribuan orang dari seluruh tanah dayak berkumpul di desa ini, ketika itu desa ini dipimpin oleh seorang tokoh adat yang bernama Damang Batu. Salah satu hal penting yang tercetus dari rapat damai tersebut adalah pernyataan damai, mengentikan permusuhan kepada pemerintah Hindia Belanda dan juga permusuhan antara sesama bangsa Dayak, merajut kebersamaan didalam keberagaman (unity in  diversity) , menghormati kemanusiaan, tidak lagi saling bunuh, tidak lagi ngayau. (humanity)  dan persatuan bangsa Dayak (unity).  

120 tahun sungguh waktu yang sangat lama bagi perjalanan sebuah bangsa dalam konteks ini bangsa Dayak, saat itu sejumalah negara masih belum lahir, mereka baru rata-rata “merdeka” sekitar 40 tahun kemudian paska perang dunia kedua, termasuk Indonesia. Redaksi sangat kagum, betapa tidak, ternyata spirit Tumbang Anoi tadi dijadikan pembukaan konstitusi oleh banyak negara yang merdeka setelahnya, termasuk Indonesia. 

Dalam dimensi kekiniaan nilai-nilai dan spiriti Tumbang Anoi masih sangat relevan bukan saja bagi bangsa Dayak, tetapi bagi bangsa-bangsa lainnya di dunia. Namun kini bangsa Dayak menghadapi tantangan yang berat, kekayaan alam mereka ternyata belum dapat mensejahterakan mereka, ketertinggalan masih menjadi bagian dari kehidupan sebagian dari mereka. 

Namun fakta lain juga kini menunjukan, tidak sedikit dari warga bangsa Dayak yang berhasil secara sosial, politik dan ekonomi, mereka ini belum memberikan konstribusi yang optimal untuk mensejahterakan warga mereka yang lainnya, ibarat kerata api mereka ini belum berhasil menjadi lokomotif yang dapat membawa gerbongnya melaju. Tantangan lain, secara eksternal bangsa Dayak dalam dimensi NKRI-pun ibarat gerbong yang terputus dari gerbong bangsa lainnya. Sungguh ini suatu fakta yang semestinya mendorong bangsa Dayak untuk mengaktualkan spirit Tumbang Anoi dalam dimensi kekiniaan, persoalan yang ada bukan lagi terletak pada sumber daya alam , karena semua itu mereka miliki, akan tetapi yang perlu mereka revitalisasi dan reaktulisasi adalah kebersamaan (handep), agar gerbong bangsa Dayak dapat melaju ditarik lokomotifnya yang kini bernama NKRI.  Tentu kita semua berharap Lokomotif ini haruslah adil terhadap semua gerbongnya. Semoga!. 
sumber : wartakalimantan.com
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PPC Iklan Blogger Indonesia