| Hedi Yunus |
JAKARTA – Vokalis grup Kahitna Hedi Yunus mengaku telah mengalami suka duka bisnis event organizer bernama HY Project yang telah dirintisnya sejak 2008.
Sayangnya,
jadwal manggung yang padat ditambah dengan proses pengambilan gambar
layar lebar membuatnya tidak bisa total mengurus bisnis EO-nya.
“Kalau
sekarang saya tidak bisa total terjun mengurus langsung. Tapi kalau
diundang rapat ini itu saya masih menyempatkan datang,” ujarnya ketika
ditemui di konferensi pers film terbarunya berjudul Mantan Terindah beberapa waktu lalu.
Keputusan
itu dia ambil lantaran energinya yang tidak cukup untuk total mengurus
semuanya. Selain itu, kesibukan mengurus bisnis EO yang memakan waktu
banyak juga turut mempengaruhi kualitas penampilannya di atas panggung.
Kesibukan yang terlalu banyak akan membuat penampilannya tidak seprima
sebelumnya.
Event Organizer yang dia dirikan bersama
rekan bisnisnya itu biasa mengurusi acara-acara musik. Hampir seluruh
kota di Indonesia pernah menjadi tempat penyelenggaraan konser musik
yang ditangani EO-nya.
Beberapa konser musik berskala besar yang menjadi proyek EO-nya itu antara lain konser KLA Project tur 8 kota pada 2008 dan konser diva pop Indonesia Vina Panduwinata yang ke-3 pada 2011.
Selain acara musik, kini HY Project tengah sibuk mempersiapkan acara kebudayaan dalam rangka memperingati hubungan bilateral Indonesia-Korea yang ke-50.
“Banyak
sih ilmu yang didapat dari sini. Kalau biasanya jadi bintang tamu
sekarang tahu gimana rasanya urus bintang tamu,” katanya sambil
tersenyum.
Bergiat di bidang EO membuatnya hapal betul
mana penyanyi yang kooperatif dan yang tidak. Selain itu, dia juga
belajar negosiasi dengan aparat dan tokoh daerah setempat agar acara
berjalan lancar.
Dia pun kini mengetahui trik bergelut di bidang EO. Menurutnya,
setiap hendak mengadakan suatu acara di daerah, pihak penyelenggara
harus mampu menjalin kerja sama dan koordinasi yang baik dengan pihak
yang 'memegang' wilayah itu, baik itu aparat atau preman sekali pun.
Dia
meyakini jika penyelenggara sudah bisa melakukan hal tersebut, acara
akan berlangsung lancar dan aman. Dalam hal ini, pihaknya mengaku banyak
mengeluarkan dana tak terduga demi menyukseskan acara.
Pil pahit berbisnis EO juga
pernah dia rasakan. Hal tersebut terjadi ketika pihaknya tengah
mempersiapkan konser salah satu penyanyi ternama di Indonesia. Persiapan
yang telah memakan waktu selama 2 bulan ini ternyata kandas di tengah
jalan.
Pihak artis membatalkan rencana konsernya. Padahal, menurut
Hedi, dia dan rekan-rekan bisnisnya telah mengeluaran uang pribadi
untuk sewa tempat dan logistik. Peristiwa itu membuat EO-nya sempat merugi hingga ratusan juta rupiah.
Namun, Hedi mengaku akan tetap melanjutkan bisnisnya itu. Menurutnya, bisnis event organizer memiliki peluang yang cukup menjanjikan sebagai investasi di hari tua. Kredibilitas dan kerja sama yang baik dengan vendor menjadi kunci sukses perkembangan bisnis EO-nya.
Meski enggan menyebutkan pendapatannya dari bisnis EO, dia mengaku bisnis itu menjadi pendapatan ketiga terbesarnya setelah menyanyi dengan Kahitna dan bermain film.(


0 komentar:
Posting Komentar