| Sholat Istisqo jajaran Pemkab Barito Utara, FKPD dan ulama, tujuannya memohon turun hujan.(j/1/dony) |
Muara Teweh,- Sejumlah ulama, Bupati Barito Utara H Nadalsyah dan Forum Komunikasi
Pemerintah Daerah (FKPD) kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD),
mahasiswa dan pelajar, Kamis (9/10) menggelar Sholat Istisqo di halam
rumah jabatan Bupati Barito Utara jalan A yani Muara Teweh, kegiatan ini
dimaksudkan memanjatkan doa kepada Allah SWT memohon turunnya hujan.
Kabupaten
Barito Utara seperti halnya daerah lain di Kalimantan Tengah sekarang
ini mengalami musim kemarau panjang yang menyebabkan terbakarnya ratusan
hektar lahan dan hutan serta menimbulkan bencana asap.
Diantara kawasan di kabupaten itu yang
kini sudah terbakar adalah ratusan hektar lahan kebun karet di
Kacamatan Gunung Timang yang terletak dikiri dan kanan ruas jalan negara
Kandui – Patas.
Titik api lainnya adalah di Kecamatan
Teweh Selatan, yaitu di kiri dan kanan jalan angkutan batubara PT Padang
Anugrah di wilayah desa Bintang Ninggi II Kecamatan Teweh Selatan, di
lokasi ini hingga berita ini diturunkan api masih belum dikuasai
sepenuhnya dan mengancam puluhan hektar kebun karet warga.
Selain itu kebakaran lahan juga
terjadi di Kecamantan Teweh Tengah, Teweh Baru dan Lahei, namun
luasannya tidak terlalu siknifikan dibandingkan yang terjadi di
Kecamatan Gunung Timang dan Teweh Selatan.
Memanggil Hujan Juga Dapat Dilakukan Dengan Ritual Balian
| Melalui ritual Balain juga dilakukan untuk memanggil hujan (j/1) |
Pada
kesempatan terpisah Damang Kepala Adat (DKA) Gunung Purei Sahayun yang
juga seorang tokoh Balian Wara kepada media ini mengatakan, pendekatan
Balian dapat dilakukan untuk memanggil hujan asalkan persyaratan dan
cara sesuai tradisi Balian sejak dahulu kala. Namun demikian, ia tidak
menawarkan diri untuk melakukan Balian untuk memanggil dewa hujan, akan
tetapi kalau ada yang meminta bantuannya dengan sungguh-sungguh ia
bersedia melakonkan ritual tersebut. (j/1/dony/wartakalimantan.com).


0 komentar:
Posting Komentar