Demonstran dari Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia berunjuk rasa menolak UU Pilkada di depan Istana Negara Jakarta, Senin (29/9/2014). MTVN/Rizki Ferdyansyah. |
"Kita akan terus melawan dengan cara yang baik," kata Ketua KontraS Haris Azhar saat berorasi di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2014).
KonstraS tak sendiri bersuara. Ikut pula dalam aksi Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia (GDRI) ini Jejering Rakyat Miskin dan beberapa elemen masyarakat lainnya.
"Kita berkumpul di sini untuk menyampaikan pesan, kita menolak. Kami harus menentukan pemimpin (sendiri)," teriak Harris.
Selain berorasi, peserta GDRI juga berdoa dan salat bersama, tabur bunga, serta menyerahkan dua karangan bunga ke Istana. "Ribuan masyarakat siap menggugat," tambah Nurhayati dari Jejaring Rakyat Miskin.
(ICH/dsn/news.metrotvnews.com)


0 komentar:
Posting Komentar