| Dampak kemarau, sejumlah sumur warga kekeringan. (j/1/dony) |
Muara Teweh,- Dampak kemarau yang telah berlangsung hampir sebulan melanda provinsi
Kalimantan Tengah, Selain kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan
kabut asap yang telah mengganggu transportasi dan kesehatan masyarakat,
kini juga menyebabkan sejumlah sungai di Pronvinsi itu mengering.
Hal ini dialami sejumlah desa di
pedalaman kabupaten Barito Utara Kalteng, selain sungai yang selama ini
warga andalkan mengering dan airnya kotor, juga sumur mereka kini kering
kerontong.
Kondisi ini dialami beberapa desa di
pedalaman kabupaten itu, salah satunya di Kecamatan Teweh Tengah, yaitu
desa Rimba Sari kilometer 53, warga desa eks tramigrasi tersebut kini
mengeluhkan minimnya ketersediaan air bersih di desa mereka.
Menurut Warno (50 thn) salah seorang
warga desa Rimba Sari mengatakan, sejumlah sumur milik warga di desa ini
sekarang sudah tidak layak konsumsi, karena selain airnya sudah berubah
warna dari yang biasanya bening kini sudah keruh, kecoklatan dan
mengeluarkan bau. Sementara air sungai yang melintasi desa ini, yaitu
sungai Barioi juga sudah tidak layak konsumsi, airnya berwarna hitam
kecoklatan. Namun demikian karena tidak ada alternatif lainnya air
sungai ini terpaksa digunakan warga untuk mand dan cuci.
Warga desa Rimba Sari itu memohon agar
Pemerintah Kabupaten Barito Utara segera turun tangan membantu warga
untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka, karena air bersih saat ini
sangat warga butuhkan di desa ini.(j/1/dony/wartakalimantan.com)


0 komentar:
Posting Komentar