Berita Terkini:
SELAMAT DATANG DI BATARA TELEVISI SATU KARYA UNTUK SEMUA MEDIA PORTAL BERITA LOKAL DAN NASIONAL EMAIL : bataratelevisi@gmail.com BACA BERITA DISINI MENAMBAH INFORMASI DAN WAWASAN BAGI ANDA, MEDIA INI BEKERJASAMA DENGAN WARTAKALIMANTAN.COM MEDIA PORTAL BERITA TERKEMUKA DI KALIMANTAN, jika ingin berita anda di pasang di website ini silahkan kirim ke email kami terima kasih

Hak Paten Buku Kurikulum 2013 Milik Kemdikbud, Tidak Untuk Diperjualbelikan

Jakarta,--- Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik) Musliar Kasim menegaskan, Kemdikbud memiliki hak paten atas buku ajar Kurikulum 2013. Dan buku tersebut tidak untuk diperjualbelikan. “Tidak boleh kalau ada yang menjual buku-buku tersebut ke siswa,” kata Musliar di kantor Kemdikbud, Senin (15/09/2014).

Musliar mengatakan, terkait beredarnya buku Kurikulum 2013 di pasaran, Kemdikbud telah membuat laporan ke Bareskrim. Pasalnya, penyedia tidak boleh menjual buku tersebut, dan siswa hanya boleh menerima buku dari sekolah yang telah dibeli dengan menggunakan dana BOS dan DAK.

Wamendik menambahkan mekanisme pengadaan buku Kurikulum 2013 dilakukan dengan efisien dan efektif. Proses pengadaan telah melalui beberapa tahap dan rapat dengan berbagai pihak. Dari rapat tersebut diputuskan bahwa pengadaan buku yang paling efektif adalah e-catalog.

Ada lima institusi yang terlibat dalam pengadaan buku Kurikulum 2013. Kelimanya adalah Kemdikbud, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP) yang berperan dalam pengadaan lelang, penyedia, dinas pendidikan provinsi dan kabupaten kota, dan sekolah. Musliar menjelaskan, tugas dari dinas pendidikan adalah memonitoring apakah sekolah sudah memesan buku atau belum. Dan sekolah, melakukan pemesanan kepada penyedia yang ditunjuk. “Berapa jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut. Setelah dipesan, baru penyedia melakukan pencetakan,” katanya.
Sedangkan Kemdikbud, katanya, bertugas untuk melakukan monitoring ke dinas apakah sekolah-sekolahnya sudah melakukan pemesanan, dan memantau penyedia apakah sudah mencetak buku atau belum.

Tentang distribusi yang belum sampai ke sebagian sekolah, Wamendik meyakinkan pembelajaran tetap berlangsung. Kemdikbud, kata dia, telah mengirim CD berisi soft copy buku Kurikulum 2013 yang bisa digandakan oleh sekolah. “Kalau buku yang dicetak belum sampai di sekolah bukan berarti pembelajaran berhenti. Karena sudah dikirim CD sebelum tahun pelajaran baru dimulai. Kita (sudah) buat edaran, sekolah yang belum terima buku, silakan diprint bukunya,” katanya. (Aline Rogeleonick)(sumber : http://www.kemdiknas.go.id)
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PPC Iklan Blogger Indonesia