Berita Terkini:
SELAMAT DATANG DI BATARA TELEVISI SATU KARYA UNTUK SEMUA MEDIA PORTAL BERITA LOKAL DAN NASIONAL EMAIL : bataratelevisi@gmail.com BACA BERITA DISINI MENAMBAH INFORMASI DAN WAWASAN BAGI ANDA, MEDIA INI BEKERJASAMA DENGAN WARTAKALIMANTAN.COM MEDIA PORTAL BERITA TERKEMUKA DI KALIMANTAN, jika ingin berita anda di pasang di website ini silahkan kirim ke email kami terima kasih

Buku untuk Sembilan Mata Pelajaran Wajib SMA/SMK Dibiayai Pemerintah

Jakarta,--- Buku teks Kurikulum 2013 untuk kelas X dan XI sekolah menengah terbagi atas dua jenis, yaitu buku mata pelajaran wajib dan buku peminatan. Untuk buku mapel wajib pembiayaannya berasal pemerintah sama seperti buku-buku untuk jenjang SD dan SMP, sedangkan buku peminatan pengadaannya diserahkan kepada siswa.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud Achmad Jazidie mengatakan, ada sembilan mata pelajaran wajib yang ada di pendidikan menengah. Sembilan mapel tersebut adalah pendidikan agama dan budi pekerti, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, PPKN, sejarah, matematika, penjasorkes, dan seni budaya, prakarya.
“Sembilan buku tersebut dibiayai pemerintah melalui dana BOS dan DAK,” katanya di Kantor Kemdikbud, Senin (15/09/2014).
Sedangkan untuk buku peminatan, kata Jazidie, penerbit atau penulis yang mengajukan ke Kemdikbud, buku apa saja yang akan dipakai siswa untuk pembelajaran peminatan. Setelah diajukan, buku-buku tersebut dievaluasi apakah layak digunakan dalam pembelajaran atau tidak.
Hasil evaluasi tersebut ditetapkan menjadi daftar buku yang memenuhi syarat dan tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 65 Tahun 2014, tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan guru Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan Pendidikan Menengah yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Pembelajaran.
Jazidie mengatakan, salah satu alasan pengadaan buku peminatan yang diserahkan kepada siswa ini adalah karena jumlah jenis buku peminatan yang banyak, sedangkan untuk kebutuhan siswa tidak sama. Sehingga eksemplar yang dicetak tidak banyak. “Kalau mereka mencetak sedikit-sedikit tentu biaya produksinya lebih besar. Itulah mengapa kita serahkan kepada siswa untuk menentukan buku peminatannya, yang penting buku tersebut yang sudah ditetapkan,” katanya. (Aline Rogeleonick) 
(sumber : http://www.kemdiknas.go.id)
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PPC Iklan Blogger Indonesia