Berita Terkini:
SELAMAT DATANG DI BATARA TELEVISI SATU KARYA UNTUK SEMUA MEDIA PORTAL BERITA LOKAL DAN NASIONAL EMAIL : bataratelevisi@gmail.com BACA BERITA DISINI MENAMBAH INFORMASI DAN WAWASAN BAGI ANDA, MEDIA INI BEKERJASAMA DENGAN WARTAKALIMANTAN.COM MEDIA PORTAL BERITA TERKEMUKA DI KALIMANTAN, jika ingin berita anda di pasang di website ini silahkan kirim ke email kami terima kasih

DI BARITO UTARA, HARGA ECERAN BENSIN Rp. 10.000,- PER LITER


Di Barito Utara, Harga Eceran Premium (Bensin) Rp. 10.000,-  liter. (j/1)
Di Barito Utara, Harga Eceran Premium (Bensin) Rp. 10.000,- liter. (j/1)
Muara Teweh,- Pemerintah dan Pertamina mengatakan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk Premium (Bensin) saat ini sudah normal kembali, namun keadaan berbeda terjadi di kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, di daerah itu saat ini harga bensin eceran masih tetap bertahan Rp. 10 ribu / liternya.
Sementara di SPBU yang ada di kabupaten itu selalu tampak anterian panjang dari pagi hingga sore atau hingga persediaan BBM yang ada menurut pengelola SPBU habis. Sebenarnya kondisi ini sudah terjadi sejak lama, ibarat penyakit sudah sangat akut semenjak Bupati Kabupaten itu dipegang oleh Achmad Yuliansyah hingga sekarang dijabat oleh Nadalsyah, nampaknya masih belum mendapatkan “obat” yang manjur mengatasi mahalnya harga BBM eceran tersebut. 

Memang ada upaya yang ditempuh oleh Bupati Nadalsyah, iamembuat Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) BBM di wilayah Kabupaten “Lumbung Energi” itu. Menurut Perbup tadi harga jual eceran tertinggi bensin untuk kota Muara Teweh adalah Rp. 7.500,- per liter, sementara harga jual SPBU kepada konsumen sesuai penetapan oleh Pemerintah Rp. 6.500,- per liter. 

Tim Penertiban BBM Barito Utara.(j/1/2)
Tim Penertiban BBM Barito Utara.(j/1/2)
Sayangnya, dalam penerapannya Perbup Bupati Barito Utara itu terkesan “mandul”, buktinya para pengecer tetap menjual bensin saat ini hingga Rp. 10 ribu / liternya, Perbup tentang HET BBM tersebut se-akan-akan “dilecehkan” oleh para pengecer BBM di Barito Utara. 

Anggota DPRD Barito Utara dari Partai Gerindra Dr Tajeri beberapa waktu yang lalu menilai Perbup Bupati Nadalsyah tersebut se-akan-akan mandul, karena para pejabat yang berwenang melaksanakan dan menegakannya bekerja hanya setengah-setengah, ibarat pepatah lama “panas-panas tahi ayam”. Tajeri mengharapkan tim yang dibentuk Bupati untuk menegakan berlakunya Perbup tersebut bekerja dengan sungguh-sungguh, jangan hanya pada hari-hari tertentu saja, bila perlu para pelanggar, termasuk yang mengecer BBM tanpa ijin ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.(j/1/2)(wartakalimantan.com)
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PPC Iklan Blogger Indonesia