![]() |
| Jembatan darurat di RT 6 Desa Hajak (j/1) |
Desa Hajak, SBO,- Warga desa Hajak, ibukota
Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah saat ini sangat
mendambakan perbaikan jalan dan jembatan. Hal ini dikemukakan oleh salah
seorang tokoh warga setempat Lisarus (50 th), ketika dijumpai pers Ahad (3/8) seusai yang
bersangkutan mengikuti misa hari Minggu di desa Hajak.
Menurut warga tadi, sudah saatnya jalan masuk desa
maupun dalam desa tersebut untuk diperbaiki, jangan sampai menunggu kondisinya
parah sekali, sekarang saja aspal yang ada sudah mulai terkoyak dan pada beberapa
titik ruas jalan dimaksud sudah berlobang, diantaranya di penurunan depan bekas
kantor Desa yang kini kondisinya sudah mulai parah, terutama bagi para pengguna
sepeda motor.
Demikian pula halnya jalan keluar masuk desa Hajak
dari jalan Negara saat ini kondisinya juga mulai parah, perlu penangan segera
oleh instansi yang berwenang, karena ruas jalan tersebut merupakan jalur untuk
kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat serta kegiatan pemerintahan.
Senada dengan Lisarus, warga lainnya Bertinus (60
th) mengatakan, warga desanya selain perbaikan jalan sebagaimana yang
dikemukakan Lasarus tadi, juga mengharapkan adanya perbaikan dua buah jembatan
kecil dalam desa tersebut, yaitu di wilayah RT 7 yang saat ini hanya
menggunakan jembatan darurat terbuat dari batang pinang, kemudian di RT 6 yang
juga oleh warga secara swadaya menggunakan jembatan darurat dari beberapa bilah
papan, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, jalan kakipun
harus benar-benar hati-hati.
Lisarus dan beberapa warga desa tersebut mengakui
kalau belum lama tadi sudah ada upaya pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten
Barito Utara melakukan pemeliharaan jembatan gantung yang menghubungkan desa
Hajak seberang dengan desa Hajak, saat itu petugas dinas PU memperbaiki dan
mengganti tali penggantungnya yang memang sudah tua.
Warga desa sangat berterima kasih atas upaya pihak
dinas PU tersebut, karena keberadaan jembatan gantung tersebut sangat penting
bagi warga, warga memang sangat mengharapkan
agar tidak sampai terjadi talinya putus dan jembatannya roboh masuk sungai,
seperti yang terjadi di desa Nihan Hilir, kecamatan Lahei Barat.
Perlunya pencepatan perbaikan jalan dan jembatan
tersebut menurut warga, karena sekarang mulai memasuki musim kemarau, sehingga
tidak ada hambatan dalam melaksanakan proyek di lapangan serta kualitas
pekerjaannya lebih baik dibandingkan dikerjakan pada musim penghujuan dan
tergesa-gesa karena mengejar waktu.
Sejauh ini media ini belum mendapatkan informasi,
apakah tahun ini desa yang sekarang sudah menjadi ibukota kecamatan Teweh Baru
itu mendapatkan dana untuk pemeliharaan jalan dan jembatan seperti yang diharapkan warga, semoga
dalam waktu dekat ini media ini berkesempatan mengkonfirmasikannya kepada
instansi terkait.{j/1).
by http://seputarbarito.blogspot.com/




Blogger Comment
Facebook Comment