![]() |
| Tumpukan sampah dibawah jembatan Butong |
Batara TV - Dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan
keperdulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, Ahad (8/8) ratusan warga
kota Muara Teweh dibawah koordinasi Kodim 1013 Muara Teweh, Satpol PP Barito
Utara, IMI Barito Utara, Forum Perduli Sungai Barito (FPSB) dan sejumlah tokoh
masyarakat menggelar aksi “Jum’at Bersih”.
Aksi kebersihan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan
berakhir sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di wilayah RT 7
Kelurahan Melayu mendapat dukungan dari warga yang berada disekitar lokasi kegiatan
yang digerakan oleh ketua RT setempat.
Para anggota TNI dari Kodim 1013 Muara Teweh tampak serius
mengumpulkan sampah yang berserakan di tebing sungai Barito tersebut. Hal
serupa juga dilakukan oleh petugas Satpol PP, Badan Lingkungan Hidup (BLH) para pemuda yang tergabung dalam FPSB dan
semua peserta secara bahu membahu mengumpulkan serta membuang sampah yang sudah
membusuk bertimbun ditebing sungai yang mengalir melintasi pemukiman penduduk
tersebut.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Kemerdekaan
RI tahun ini serta sekaligus mempersiapkan daerah ini untuk meraih predikat
bergengsi bidang lingkungan, yaitu “Adipura” , karena tahun ini kabupaten
Barito Utara telah dinominasi untuk menjadi salah satu daerah yang berpeluang
meraih penghargaan tersebut.
Abd Salim dari Kodim 1013 Muara Teweh mengatakan, kegiatan
tersebut memang sengaja dilakukan melibatkan masyarakat dan para pemuda untuk
melakukan karya bakti di lokasi yang selama ini tidak pernah terjamah, yaitu
sungai. Melalui kegiatan ini, ia mengharapkan masyarakat tidak lagi membuang
sampah disungai, tidak hanya itu masyarakat harus menjadi agen-agen kebersihan
dilingkungannya.
Sekretaris FPSB Yanto dilokasi kegiatan kepada wartawan
mengatakan, kepada masyarakat yang ada dilokasi tersebut, terutama para
pedagang yang ada disana untuk selalu menjadi kebersihan lingkungan dan tidak
lagi membuang sampah sembarang termasuk membuang sampah disungai. Ia
mengharapkan kepada instansi terkait untuk tidak segan-segan mencabut ijin
usaha oknum pedangan yang tergolong “nakal”, yaitu mereka yang tidak
mengindahkan peraturan yang berlaku.
Sementara itu ketua RT 7 Kelurahan Melayu kepada wartawan
dilokasi kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya sebagai masyarakat sangat
mendukung upaya yang dilakukan tersebut, karena sangat bermanfaat bagi
masyarakat pedagang sendiri disamping mendukung program pemerintah untuk meraih
Adipura.(j/1/fds)



Blogger Comment
Facebook Comment