![]() |
| Teatrikal Perang Sepuluh November yang diperagakan seniman dan masyarakat Surabaya di depan Jalan Pahlawan sekitar monumen Tugu Pahlawan Surabaya. (VOA/Petrus Riski) |
Peringatan Hari Pahlawan 10 November ditandai
dengan berbagai kegiatan oleh Pemerintah Kota serta masyarakat Surabaya,
salah satunya Parade Juang di sepanjang jalan Pahlawan.
Parade Juang merupakan puncak kegiatan peringatan Hari Pahlawan 10
November, yang memperingati semangat perjuangan dan kepahlawanan pada
masa perang 10 November 1945.
Rentetan letusan senapan serta bom mewarnai jalannya pertempuran 10
November, yang berawal dari ultimatum tentara Sekutu kepada seluruh
rakyat Surabaya pada 9 November 1945. Pidato penyemangat dari tokoh
pejuang dan pahlawan nasional Bung Tomo melalui corong radio, berhasil
membakar semangat serta keberanian laskar serta rakyat Surabaya untuk
bangkit melawan penjajah. Kegiatan tersebut adalah sebagian aksi
teaterikal yang mengawali Parade Juang, yang diikuti ribuan orang dari
pemerintah hingga rakyat Surabaya.
Menurut Suyanto selaku peserta Parade Juang, melalui dandanan seperti
seorang pejuang dirinya ingin mengajak masyarakat memahami arti dari
sebuah pengorbanan untuk mencapai kemerdekaan, yang itu perlu terus
disuarakan kepada generasi muda.
Aksi ini diikuti oleh ribuan warga masyarakat yang mengenakan pakaian
pejuang pada jaman perang kemerdekaan, lengkap dengan senjata seperti
senapan, pistol, hingga bambu runcing. Bayu, peserta Parade Juang
lainnya mengatakan, perjuangan melawan penjajah tidak lepas dari peran
para pahlawan lokal yang melakukan pemberontakan kepada penjajah.
Seperti tokoh pejuang lokal Surabaya, Sawunggaling, yang diperankannya
pada Parade Juang kali ini.
Tingginya partisipasi masyarakat yang menyaksikan aksi teaterikal
serta Parade Juang ini tidak lepas dari keikutsertaan Walikota Surabaya
Tri Rismaharini bersama seluruh Forum Pimpinan Daerah Surabaya. Ghofur
selaku warga Surabaya mengaku sangat senang dengan kegiatan seperti ini,
yang dapat menyemangati warga masyarakat yang lain untuk semakin
mencintai bangsa dan negara Indonesia.
“Pejuang Surabaya, arek Soroboyo, semangatnya sangat semangat
memperingati hari 10 November ini, wah senang pak senang, senang, senang
sumber : voaindonesia.com



0 komentar:
Posting Komentar