![]() |
| motif batik barito utara |
Muara Teweh - Pemerintah
Kabupaten Barito Utara telah melaksanakan lomba Batik Rintik Barito.
Lomba diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelola
Pasar (Disperindagsar) yang bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional
Daerah (Dekranasda) Kabupaten Barito Utara yang diketuai Hj Sri
Hidayati Nadalsyah.
Kepala
Bidang (Kabid) Perindustrian pada Disperindagsar Barito Utara Ir
Roosmadianor MAP, yang juga Sekretaris Dekranasda mengatakan bahwa dalam
ajang lomba tersebut tim penilai terdiri dari Muhlis N Soey, Yulia
Mensen, Puspo P dan Effendi. Mereka berhasil menetapkan tujuh motif
batik yang menjadi hak pemerintah daerah. Dari ke tujuh motif tersebut
diambil tiga motif sesuai urutan juara.
Dikatakannya,
untuk juara satu ditetapkan jenis motif Pisang Bangkaran dengan nomor
urut peserta pendaftaran lima atas nama Kurniati Effendi, kemudian juara
dua motif Seluang Murik dengan peserta nomor urut empat, dan motif
Pasak Bumi dengan nomor urut peserta tiga juga juara ketiga yang desain
Tekay Effendi.
Khusus
untuk motif Pisang Bangkaran, motif pendukungnya adalah modifikasi
Tanduk Beaw dan Ulat Keket. Sedangkan motif batik Seluang Murik dan
motif batik Pasak Bumi ini untuk motif pendukungnya adalah modifikasi
Tanduk Beaw.
Dijelaskan
Roosmadianor, motif Pisang Bangkaran ini merupakan pisang hutan dengan
bentuk tundun dan buahnya kecil-kecil berwarna hijau, serta rasanya agak
pahit atau kecut dan digunakan sebagai sayur-sayuran.
Kemudian
motif Seluang Murik merupakan ikan kecilkecil khas air tawar di Sungai
Barito yang terjadi musiman dan ditangkap secara massal oleh masyarakat,
sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di
bantaran Sungai Barito.
Terakhir
motif Pasak Bumi juga merupakan tanaman hutan yang mempunyai akar
panjang nyaris sama panjang dengan batang pohonnya serta memiliki rasa
pahit, namun akarnya memiliki khasiat obat tradisional dari para leluhur
dan terpelihara sampai sekarang oleh masyarakat Dayak.
“Desain
ini nantinya akan diproduksi menjadi baju batik khas daerah Kabupaten
Barito Utara pada tahun 2015 mendatang, baik untuk baju seragam batik
dilingkungan SKPD serta guru dan pelajar sekolah-sekolah serta
perhotelan, sebab kita harus membudayakan bahwa kita harus bangga
menggunakan produk asli ciptaan putra daerah, tanpa mengesampingkan
batik dari luar daerah,” ujarnya.
sumber : baritouatarakab.go.id



0 komentar:
Posting Komentar