Palangkaraya,- Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang dalam sambutannya yang
dibacakan oleh Wakil Gubernur Kalteng Ahmad Diran ketika membuka secara
resmi kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika se Kalimantan Tengah di Aula Hotel Swiss Belhotel Danum, Senin (17/11) mengatakan, bahwa dengan adanya rapat koordinasi teknis
ini, merupakan forum yang strategis untuk bersama–sama menjabarkan, dan
melaksanakan visi dan misi pemerintah daerah Kalimantan Tengah yaitu
”meneruskan dan menuntaskan pembangunan kalimantan tengah agar rakyat
lebih sejahtera dan bermartabat demi kejayanaan negara kesatuan republik
indonesia”. Hal tersebut perlu komitmen kita bersama untuk merealisasikan pelaksanaan rencana yang ditetapkan berdasarkan visi dan misi pemerintah daerah kalimantan tengah. dalam hal ini diperlukan ketelitian dalam penyusunan rencana kerja tahunan.
Rencana Kerja Tahunan, merupakan penjabaran dari rencana
strategis lima tahunan yang ingin dicapai sehingga diperlukan kerjasama
antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi/ kabupaten/ kota.
Dikatakan, dalam
pelaksanaan kerjasama ini mutlak diperlukan koordinasi yang baik dan
berkesinambungan agar program yang tersusun menjadi sinergis. tema
rakornis yang diangkat yakni ″Melalui Rapat Koordinasi Teknis Kita Tingkatkan Keselamatan di Bidang Transportasi dan Persiapan Transportasi Kereta Api di Kalimantan Tengah” saya pandang sangat tepat dan pentingnya keselamatan di bidang transportasi, untuk mengurangi angka kecelakaan baik di darat, laut maupun udara perlunya komitmen kita bersama dalam mewujudkan pelayanan jasa transportasi yang tertib dengan melaksanakan ketentuan dan peraturan yang berlaku guna mengurangi tingkat kecelakaan atau zero accident yang pada akhirnya mampu memberikan
rasa aman kepada penggguna jasa transportasi. Dan pada tahun 2014
pemerintah provinsi kalimantan tengah telah merekrut taruna/taruni
terbaik kabupaten/ kota se-kalimantan tengah sebanyak 25 orang untuk
mengikuti pendidikan perkeretaapian di bekasi selama 3 tahun.
“ Harapan kita kedepan taruna/taruni perkerataapian terebut dapat
mengabdikan diri dan mempraktekan ilmu yang di dapat guna membangun
kalimantan tengah yang lebih maju di bidang perkeraapian, mengingat SDM di bidang perkerataapian sangat minim, dan direncanakan pada tahun 2015 kita merekrut kembali taruna/taruni terbaik Kabupaten/ Kota se-Kalimantan Tengah sebanyak 30 orang untuk dapat mengikuti pendidikan perkeretaapian di bekasi ataupun madiun selama 3 tahun, Katanya.
Lebih lanjut dikatakan, melihat potensi yang cukup besar yang dimiliki Kalimantan Tengah khususnya komoditi batu bara
masih belum tergali dan termanfaatkan secara optimal, dikarenakan belum
adanya dukungan transportasi yang memadai. pada saat ini, angkutan yang
dilakukan menggunakan moda angkutan sungai berupa kapal-kapal tongkang
dan perahu tentu saja tidak ekonomis, tidak ramah lingkungan dan banyak
hambatan-hambatan yang terjadi.
Guna memenuhi kebutuhan transportasi khususnya yang mampu mengangkut komoditi batu bara dalam jumlah yang cukup besar, pemerintah daerah akan mengembangkan moda angkutan kereta api, yang menghubungkan lokasi-lokasi pertambangan maupun perkebunan yang ada dipedalaman kearah pantai dengan pelabuhan laut.
Program pemerintah Provinsi kalimantan tengah dalam rangka pembangunan kereta api – Puruk Cahu Bangkuang – Batanjung sepanjang 420 km saat ini masih dalam proses penandatanganan kontrak dengan pemenang PT. Mega guna ganda semesta dan China Railway group limited dan selanjutnya akan diprogramkan untuk beberapa ruas yang strategis diantaranya :
1. Kudangan – Kumai sepanjang 195 km
2. Kuala Kurun – Kuala Pembuang sepanjang 337 km
3. Tumbang Samba – Nanga Bulik sepanjang 418 km
4. Puruk Cahu-Kuala Kurun-Palangka Raya-Pulang Pisau-Kuala Kapuas sepanjang 390 km
Dengan keberadaan jalan kereta api yang merupakan salah satu sarana angkutan selain dapat digunakan untuk mengangkut sumber daya alam khususnya batu bara dan hasil perkebunanan dalam jumlah yang cukup besar, juga pada akhirnya dapat digunakan untuk angkutan penumpang dalam pelaksanaan rapat koordinasi teknis ini diharapkan kita mampu menyamakan persepsi antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. perlunya penafsiran dan pemahaman yang sama tentang dasar pelaksanaan, tugas dan kewenangan, peraturan perundang-undangan, Kepres, PP dan Kepmen sehingga pelaksanaan berjalan dengan baik dan benar untuk meningkatkan keselamatan di bidang transportasi dan persiapan transportasi kereta api di Kalimantan Tengah.
Harapan dan tuntutan masyarakat akan adanya perbaikan pelayanan guna terciptanya keselamatan di bidang transportasi, merupakan suatu kewajaran, mengingat sektor perhubungan
merupakan sektor yang langsung menyentuh kepentingan semua lapisan
masyarakat sehingga segenap
jajaran perhubungan harus secara terus menerus meningkatkan pelayanannya
kepada masyarakat oleh karena itu harus disikapi segala tantangan yang
ada untuk ditindaklanjuti dengan berbuat lebih baik dalam mengupayakan pelayanan prima kepada masyarakat di hari-hari mendatang.untuk itu saya minta kepada saudara-saudara
dapat meningkatkan koordinasi dengan melaporkan secara rutin kegiatan,
baik itu pembangunan infrastruktur, maupun sarana prasarana yang
dilaksanakan oleh dinas perhubungan komunikasi dan informatika di
daerahnya masing-masing, dan balai, upt, ksop/upp yang menggunakan dana
apbn sehingga dapat terselenggaranya transportasi komunikasi dan
informatika di kalimantan tengah yang makin tertib, lancar, aman,
nyaman, selamat dan efisien.
Diharapkan dalam Rakornis ini dapat menghasilkan kinerja optimal sehingga menghasilkan rumusan-rumusan kongkrit sebagai acuan penting dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing.
sumber : kalteng.go.id



0 komentar:
Posting Komentar