Diterbitkannya
INPRES No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengembangan e-Goverment, mengindikasikan adanya pergeseran paradigma
pelayanan publik ke arah cara kerja baru yang lebih efektif, efisien dan
akuntabel, lebih demokratis dan terbuka, lebih rasional dan fleksibel
serta lebih terdesentralisasi. Paradigma baru ini membawa konsekuensi
logis terhadap perlunya peningkatan transparansi, kontrol, dan
akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Dengan demikian pelayanan
yang belum optimal, prosedur yang masih berbelit, dan belum ada
kepastian baik bagi masyarakat atau stakeholders perlu segera dibenahi
demi terciptanya kepuasan pengguna layanan publik. Berpijak pada
berbagai hal tersebut, Pusdiklat Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial
RI memandang perlu melakukan upaya terobosan untuk mempercepat
pengembangan dan penerapan sistem manajemen sumberdaya diklat
kesejahteraan sosial yang inovatif dan kompetitif berbasis teknomogi
informasi. Berkenaan dengan hal tersebut, maka pada tahun tanggal 30
September 2014 Pusdiklat Kesejahteraan Sosial menyelenggarakan workshop
pengembangan Sistem Manajemen Sumberdaya Pendidikan dan Pelatihan
Kesejahteraan Sosial (SMS-P2KS) dengan tema “Melalui Kegiatan
Workshop SMS-P2KS Kita Wujudkan Pelayanan Publik Ke Arah Tata Cara Baru
yang Lebih Efektif, Efisien, Akuntabel, Demokratis dan Transparan Secara
Berkelanjutan”.
Workshop dihadiri 71 orang yang terdiri dari unsur: Penyelenggara
diklat kesejahteraan sosial, Lembaga/unit kerja teknis dan atau pengguna
diklat kesejahteraan sosial dengan Materi workshop difokuskan pada 2
(dua) isu utama pengembangan SMS-P2KS berbasis teknologi informasi,
yakni: Pengembangan diklat kesejahteraan sosial menurut rumpun, jenis
dan sasarannya serta Pengembangan apliklasi diklat kesejahteraan sosial
berbasis WEB. Turut memberikan materi dari praktisi dan pakar/akademisi
yang terdiri dari: Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Kepala
Badiklit Kesos Kementerian Sosial RI, Dirjen Perlindungan dan Jaminan
Sosial Kementerian Sosial RI, Dirjen Pemberdayaan Sosial dan
Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial RI, Dirjen Rehabilitasi
Sosial Kementerian Sosial RI, Staf Ahli Kementerian Sosial RI, Deputi
Bidang Diklat Aparatur LAN RI, Direktur Perlindungan Sosial dan
Kesejahteraan Masyarakat Bappenas dan konsultan IT.
Workshop
bermaksud sebagai sarana sosialisasi, evaluasi dan diskusi dalam rangka
pengembangan SMS-P2KS yang bertujuan pada: Terpahaminya SMS-P2KS,
Teridentifikasinya kebutuhan, masalah, hambatan dan kendala pengembangan
SMS-P2KS, Terdokumentasikannya kesepakatan dan rencana aksi bersama
untuk mewujudkan SMS-P2KS yang efektif, efisien, akuntabel dan
berkelanjutan dengan target sasaran akan Meningkatnya pemahaman peserta
terhadap pengembangan SMS-P2KS, Terumuskannya alternatif solusi
pemenuhan kebutuhan serta pemecahan masalah, hambatan dan kendala dalam
pengembangan SMS-P2KS, Terdokumentasikannya kesepakatan dan rencana aksi
bersama untuk mewujudkan SMS-P2KS yang efektif, efisien, akuntabel dan
berkelanjutan.
Sumber: Bidang Program dan Penjamin Mutu Pusdiklat Kesejahteraan Sosial (fachmi/kemsos.go.id)


0 komentar:
Posting Komentar