Galeri Nasional Indonesia menggelar Seminar Nasional 2014 – Filsafat Seni & Estetika
pada 15 & 16 Oktober 2014, di Mercure Convention Centre Ancol,
Taman Impian Jaya Ancol. Seminar ini diadakan untuk membuka tabir
kesadaran akan pentingnya menumbuhkan tradisi pemikiran filsafat seni
dan estetika yang menjadi cikal bakal perkembangan seni rupa di
Nusantara dan dunia.
Seminar ini mengangkat tema besar “Masa Depan Oposisi Bagi
Perkembangan Seni Rupa Kini”. Tema yang menitik beratkan pada istilah
‘oposisi’ (kedaan pembedaan yang bersifat berlawanan) tersebut berkaitan
dengan situasi mutakhir seni rupa yang dibentuk oleh prinsip ‘Apapun
Boleh’ (Anything Goes) yang telah menjadi ‘daya pendorong kreatif’ dalam perkembangan seni rupa masa kini.
Seminar nasional ini dibuka oleh Direktur Jenderal
Kebudayaan Prof. Kacung Marijan. "filsafat seni dikaitkan dengan
estetika , estetika juga tidak lepas dari konteks values masyarakat
tertentu, produk seni dan estetikanya masyarakat tiap daerah berbeda
estetika apalagi dikaitkan dengan etika selalu berkembang sesuai dengan
values yang berkembang di masyarakat," ujar Prof Kacung Marijan.
Sebagai pembicara seminar nasional, adalah para pakar
seni budaya kenamaan. Diantaranya Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto
(Pengajar, Pengamat Bidang Pemikiran, Filsafat, Seni dan Budaya), Dr.
Yasraf Amir Piliang (Pengajar, Pengamat Sosial, Budaya, dan Kesenian),
Jim Supangkat (Kurator, Kritikus, Penulis Seni Rupa), serta ST Sunardi
(Pengajar, Pengamat Bidang Pemikiran, Filsafat, Seni dan Budaya).
Sedangkan peserta seminar adalah para peminat di bidang pengembangan
pemikiran estetik di Indonesia, baik yang berprofesi sebagai pengajar,
seniman, kritikus, kurator, maupun pengamat seni rupa. (hamzah/kebudayaanindonesia.net/dsn)


0 komentar:
Posting Komentar