![]() |
| Agustin-Teras-Narang, Gubernur Kalteng yang diharapkan masuk kabinet Jokowi – Yusuf Kalla. (j/1?obs) |
Palangka Raya,- Walaupun
terakhir ini berkembang tudingan miring terhadap Gubernur Kalimantan
Tengah Agustin Teras Narang, masyarakat Dayak umumnya tetap mengharapkan
Presiden MAD (Majelis Adat Dayak) itu tetap diakomodir Presiden Joko
Widodo dan Yusuf Kalla untuk memimpin salah satu pos menteri.
Teras Narang disebut-sebut menjadi
salah satu putra Dayak yang akan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo
(Jokowi) untuk menduduki kursi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Pria kelahiran 15 Oktober 1955 itu,
merupakan politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Sejak lulus kuliah dari Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia
(UKI) pada periode 1974-1979, ia sudah aktif dalam berbagai kegiatan
hukum.
Salah
satunya ia ikut menjadi anggota dari Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
dan Perhimpunan Sarjana Hukum Indonesia (PERSAHI). Karier di dunia
hukumnya tidak terlalu lama, karena pada tahun 1988 ia memilih untuk
terjun dalam dunia politik praktis.
Harapan masyarakat Dayak terhadap
terpilihnya Teras Narang menjadi Menteri pada kabinet Joko widodo –
Yusuf Kalla disampaikan pada sejumlah pertemuan, termasuk pada
Musyawarah Adat yang berlangsung di Tumbang Anoi, Kabupaten Gunung Mas
Kalimantan Tengah awal Oktober tadi.
Mereka mendesak Joko Widodo dan Yusuf
Kalla mengakomodir harapan masyarakat Dayak aspirasi masyarakat Dayak,
terlepas dari kekurangannya yang jelas Teras Narang merupakan Adat
Dayak, ia dipercaya dapat mengemban tugas dengan baik ditingkat
nasional.
Selain telah menunjukan prestasi yang
baik memimpin Provinsi Kalimantan Tengah selama dua priode, mantan
anggota Komisi III DPR RI itu juga pernah mendapatkan beberapa
penghargaan. Antara lain, Penghargaan Meretas Kemiskinan (2008), Lencana
Melati Award (2006), Penghargaan Anti-Korupsi (2007), Wredatama Nugraha
Utama Award (2008), dan Penghargaan Gubernur Prospektif (2009).
Rencananya, Presiden Jokowi akan
mengumumkan calon menterinya Rabu (22/10/2014) di Istana Negara. Mereka
yang akan ditunjuk oleh Jokowi sudah melalui seleksi yang panjang.
Terakhir nama mereka sudah masuk dalam penelusuran rekam jejak yang
dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). (j/1/wartakalimantan.com)



0 komentar:
Posting Komentar