| GRUP Campaka Mekar dari Kecamatan Ciroyom salah satu peserta dari 28 grup yang ambil bagian di Festival Calung Sa Kota Bandung Nu Kahiji, Senin (29/9) bertempat auditorium Padepokan Seni Mayang Sunda, Jalan Peta Bandung.*(RETNO HY/"PRLM") |
“Kondisi kesenian tradisional di Kota Bandung yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian dan dukungan bersama, tidak hanya dari pihak pemerintah daerah, tetapi juga pihak swasta, masyarakat serta pelaku seni sendiri. Untuk melestarikan dan meningkatkan minat apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional, khususnya kesenian calung, saya akan mengusulkan agar kesenian calung masuk kurikulum pelajaran sekolah dasar ,” ujar Herlan Joerliawan Soemardi, pada pembukaan Festival Calung Sa Kota Bandung Nu Kahiji, Senin (29/9/2014) bertempat auditorium Padepokan Seni Mayang Sunda, Jalan Peta Bandung.
Herlan juga mengatakan, selain mengusulkan agar kesenian tradisional calung masuk kurikulum sebagai upaya pelestarian dan pengembangan kesenian tradisonal calung, bekerjasama dengan Paguyuban Seni Calung Kota Bandung (PSCKB) akan menggelar festival calung di Kota Bandung secara rutin.
Selain itu, kepada pemenang, Disparbud Kota Bandung akan memberi hadiah uang pembinaan serta secara rutin menampilkan pemenang festival berkeliling dalam kegiatan Culinary Night. (Retno Heriyanto/A-89/dsn/sumber : pikiran-rakyat.com)


0 komentar:
Posting Komentar