| Kabut asap serang kota Banjarbaru dan Palangkaraya.(j/1/r/n/tabengan) |
Sejak Selasa (16/9) kota Banjarbaru dan sekitarnya sejak dini hari diselimuti kabut asap dengan jarak pandang hanya berkisar 300 meter saja, kondisi ini kembali membaik sekitar pukul 09.00 WIT setelah adanya hembusan angin dari laut Jawa ke arah daratan yang meniup asap sehingga menjauh dari kota Banjarbaru dan kondisipun kembali normal.
Hal serupa ternyata juga terjadi di kota Palangkaraya, ibukota provinsi Kalimantan Tengah, pada hari Rabu (17/9) pagi kemarin sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB jarak pandang normal di kota Pasir itu hanya berkisar 300 meter saja.
Padahal menurut petugas Stasion Meteorologi Palangkaraya Chandra Mukti Wijaya mengatakan, jarak pandang normal mencapai 7 kilometer atau 7000 meter. Ia juga mengatakan, jarak pandang pada pukul 09.00 WIB hanya berkisar 800 meter saja, padahal jarak pandang normal mestinya diatas 9 kilometer.
Serangan kabut asap akibat kebakaran lahan gambut di kawasan ini selain mengganggu kesehatan masyarakat, menganggu lalu lintas darat, juga kini sudah menganggu penerbangan di Bandara Cilik Riwut Palangkaraya dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
Setiap pagi hari di kota Palangkaraya umumnya para pengendara sepeda motor sudah terbiasa menggunakan masker, nampaknya mereka sudah terbiasa dengan kabut asap yang menyelimuti kota itu hampir setiap musim kemarau tiba. (j/1/r/n) (wartakalimantan.com)


0 komentar:
Posting Komentar