| Kondisi kabut asap di Kota Palangka Raya. (j/1) |
Sejak dua hari terakhir kini asap mulai menyerang empat kabupaten lainnya di Kalteng, yaitu kabupaten yang terdapat di Das Barito, terdiri dari Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Raya. Kondisi kabut asap pada kelima wilayah kabupaten itu bervariasi mulai dari yang tipis hingga yang pekat, seperti yang terjadi di Barito Utara dan Barito Selatan, Sabtu (27/9) pagi.
Pada pagi hari pukul 05.00 hingga pukul 07.00 WIB jarak pandang di kota Muara Teweh ibukota kabupaten Barito Utara hanya berkisar antara 500 hingga 1 kilometer, kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah di kabupaten Barito Selatan dan Barito Timur, sementara siang harinya kabut asap menipis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat 1.959 titik api atau hotspot di provinsi tersebut. Ribuan titik api itu membuat kabut asap yang menyelimuti beberapa kota dan kondisinya cenderung semakin parah.
Demikian dikatakan Kepala BPBD Kalteng, Muchtar di Palangka Raya, Kamis (25/9) yang lalu. Dia mengatakan jumlah titik panas itu dipantau mulai tanggal 1 hingga 24 September 2014.
BPBD Kalteng juga mendata jumlah hotspot di provinsi itu mulai bulan Januari hingga September ini tercatat sebanyak 3.263 hotspot.
Disebabkan kondisi tersebut BPBD Kalteng sudah meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang kini terus meluas dan menimbulkan kabut asap.
Sungguhpun bila dilihat dari jumlah sebaran hotspot, untuk kawasan Das Barito jumlahnya hanya puluhan saja, akan tetapi menjelang bulan Oktober ini dikhawatirkan hotspot di kawasan ini akan bertambah mengingat biasanya pada bulan Oktober para petani di daerah ini membakar ladang mereka, karena sejauh ini pemerintah belum memberikan solusi kepada para petani agar mereka tetap berladang dengan cara tanpa membakar sebagaimana yang sudah menjadi tradisi masyarakat petani daerah ini. (j/1/dsn/wartakalimanta.com)


0 komentar:
Posting Komentar