Berita Terkini:
SELAMAT DATANG DI BATARA TELEVISI SATU KARYA UNTUK SEMUA MEDIA PORTAL BERITA LOKAL DAN NASIONAL EMAIL : bataratelevisi@gmail.com BACA BERITA DISINI MENAMBAH INFORMASI DAN WAWASAN BAGI ANDA, MEDIA INI BEKERJASAMA DENGAN WARTAKALIMANTAN.COM MEDIA PORTAL BERITA TERKEMUKA DI KALIMANTAN, jika ingin berita anda di pasang di website ini silahkan kirim ke email kami terima kasih

BURUNG ENGGANG, SANG “RAJA ANGKASA RAYA”, KINI KIAN TERANCAM

Pangkaraya, Dalam kebudayaan masyarakat Dayak di Kalimantan burung Enggang memiliki makna tersendiri, dia sering jadikan lambang ketulusan, lambang semangat yang mengangkasa selain burung juga oleh sekelompok komunitas Dayak dianggap sebagai penjelmaan leluhur mereka, contohnya “Panglima Burung” yang selalu datang menghampiri anak cucu atau keturunan mereka apabila menghadapi masalah.
Pada salah satu ritual pengobatan yang disebut “Balian”, salah satu Sangyang atau Dewa yang sering mereka panggil juga dewa burung, dalam konteks ini adalah burung yang selalu terbang pada malam hari, tetapi bukan burung hantu. Kalau burung yang satu ini juga dipercayai bila dia berbunyi malam hari dibelakang kampung, maka tidak lama kemudian akan ada diantara warga kampung yang meninggal dunia.
Kembali tentang burung Enggang, dia dipercaya “Raja Burung” jelmaan dewa leluhur yang menguasai angkasa raya. Dalam bahasa Dayak umumnya menyebut burung Enggang sebagai “Tengang”, selain itu dia juga disebut sebagai “Raja Wali”, tidak jelas apakah lambang negara kita Burung Garuda dipilih karena adanya nilai-nilai budaya tadi, namun konon ada yang menyebut demikian, lambang negara kita dipilih Proklamator kita Soekarno atas usul salah seorang Sultan dari Kalimantan Barat.
Populasi burung Tengang ini sekarang semakin langka, dia masih tersisa dikawasan hutan yang jauh dari pemukiman penduduk, walaupun bagi komunitas Dayak burung jenis ini tidak boleh diganggu apalagi dibunuh, akan tetapi kawasan hutan habitat mereka kini kian terganggu dan kian berkurang akibat kegiatan deforetasi yang terjadi selama ini.
Kami melalui media ini ingin menghimbau keperdulian kita semua menyelamatkan mereka sama seperti kita menyelamatkan populasi Orang Hutan dan Kalawet (uwa-uwa) yang kini sudah menjadi isu lingkungan. Sekarang bagaimana dengan burung Enggang yang memiliki nilai-nilai tinggi dan jauh lebih tinggi dari pada Orang Hutan ataupun Uwa-uwa. Kita tunggu !. (j/1).

Sumber : http://www.wartakalimantan.com/sosial-budaya/burung-enggang-sang-raja-angkasa-raya-kini-kian-terancam
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
PPC Iklan Blogger Indonesia