Kudus,- Guna mengantisipasi
meledaknya peminat audisi umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis, Djarum
Foundation selaku penyelenggara menyediakan tiga gelanggang olah raga
(GOR) yang ada di wilayah Kudus.
Selama ini Djarum hanya menggunakan GOR Jati untuk penyelenggaraan
acara audisi umum beasiswa bulu tangkis Djarum. Sementar GOR Hastomo
adalah milik mantan pemain nasional Hastomo Arbi yang kini juga masuk
dalam jajaran pelatih PB Djarum.
Acara tahunan bertajuk,"Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis
2014" akan berlangsung Jumat-Minggu, 5-7 September 2014. Tahun lalu
acara ini diikuti 1.038 peserta. "Tahun ini mereka yang mendaftar ada
dari beberapa daerah yang baru seperti Bangka-Belitung yang bahkan
mengirim 8 orang calon peserta audisi," kata Joppy lagi.
Audisi beasiswa bulu tangkis 2014 ini akan menampilkan perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk tenaga talent-scouters, pihak Djarum Foundation menyertakan beberapa nama legenda bulu tangkis di luar tenaga pelatih PB Djarum.
"Kami menyertakan para legenda bulu tangkis Indonesia di luar tenaga
pelatih PB Djarum seperti Susy Susanti, Hariyanto Arbi atau pun
Christian Hadinata. Kehadiran mereka diharap dapat memperkaya sudut
pandang dalam memilih calon penerima beasiswa," kata team manager PB
Djarum, Fung Permadi.
Menurut Fung pula, tahun ini para pencari bakat juga memberi
kesempatan kepada para pelatih ganda untuk mencari pemain yang sesuai
dengan kriteria mereka. Bahkan pelatih ganda campuran Pelatnas Cipayung,
Richard Mainaky diharap juga akan memberi masukan tentang calon siswa
yang masuk dalam kriteria yang memenuhi syarat sebagai pemain ganda.
"Berdasar pengalaman tahun lalu, lewat audisi umum ini pula kita bisa
melihat potensi bibit di sektor pemain ganda. Kalau kita ingin mencari
bibit pemain dengan kualitas super, jangan tanggung-tanggung," kata
Joppy lagi.
Pelatih senior, Christian Hadinata memberi poin tambahan agar audisi
tahun ini memberi perhatian khusus untuk mencari juga bibit di sektor
tunggal puteri. "Kalau melihat prestasi pemain Spanyol, Carolina Marin
yang berhasil menjadi juara dunia, seharusnya para pemain puteri kita
bisa juga menembus dominasi pemain China," kata Christian.
Legenda puteri Susy Susanti setuju agar sektor bibit tunggal puteri
harus juga menjadi perhatian khusus. Ia mengaku sejak generasinya
bersama Mia Audina, Yuni Kartika, Yuliani Santoso surut, sulit untuk
menemukan lagi pemain tunggal yang memenuhi kriteria.
"Tunggal puteri yang kita miliki setelah itu memenuhi syarat untuk
beberapa hal seperti fisik dan teknik yang baik, namun mereka
seringklali tidak memiliki bekal mental bertanding dan keinginan kuat
untuk menang," kata Susy.
Susy menyebut kemenangan Carolina Marin di kejuaraan dunia lalu
menunjukkan setiap pemain harus memiliki keyakinan untuk menang dan
keyakinan ini dilandasi kepercayaan diri terhadap kemampuan fisik dan
teknik yang lengkap. "Kalau kita berlatih keras dan tampil prima, kita
tidak akan pernah takut untuk kalah," kata Susy lagi.
Fung Permadi mengatakan Audisi Umum tahun ini akan melengkapi
kekurangan pada tahun-tahun sebelumnya. "Saya sudah berdiskusi dengan
pak Sekjen dan kami sama-sama yakin bahwa kita harus menambahkan unsur mind, body and soul. Semua hal ini akan diperhatikan oleh para pelatih dan para pencari bakat kali ini," kata Fung. (kompas.com)


0 komentar:
Posting Komentar