| Konferensi Pers Atrium Model Award 2014 , Jakarta, Jumat (12/9/2014). [suara.com/Dinda rachmawati] |
Jakarta,- Atrium Model Award (AMA), ajang kompetisi model yang sudah diadakan 11 kalinya kembali digelar tahun ini.
Kompetisi yang tidak hanya diikuti oleh warga Jabodebek, tetapi juga
Medan, Lampung, Bandung, Surabaya, Manado hingga Banjarmasin ini
diselenggarakan setiap akhir pekan sepanjang bulan September 2014.
“Ini rangkaian ke 11. Tiap taun diadakan sebagai wadah untuk mereka
yang ingin menjadi model profesional,” kata Dedy Farizka, promotion
manager dari pihak Atrium Plaza saat ditemui di Atrium Senen, Jakarta
Pusat, Jumat (12/9/2014).
Babak penyisihan akan dilaksanakan pada 14 dan 21 September.
Sedangkan finalnya akan dilangsungkan pada 28 September 2014 bertepatan
dengan ulangtahun Atrium Plaza yang ke-22.
Terdapat tiga kategori peserta, yakni anak-anak berusia 6-11 tahun, remaja berusia 12-17 tahun dan dewasa berusia 18-25 tahun.
Untuk penilaian, para peserta AMA akan tentukan oleh juri profesional
dari bidang modeling, fashion dan hiburan. Seperti Keke Harun, Ivo dari
casting manager MD entertainment, desainer ternama seperti Lenny
Agustin, dan Adji Notonegoro.
“Penilaian para peserta ditekankan pada kostum dan make up. Untuk
anak-anak kami tidak ingin melihat yabh terlalu over. Make up dan kostum
harus disesuiakan dengan umur mereka. Ekspresi dan cara berjalanlah
juga menjadi poin lebih,” kata Ivo, casting manager MD Entertainment.
Tahun ini AMA mengusung pop art sebagai temanya. Tema ink diangkat karena tengah menjadi fenomena baru dalam dunia fesyen.
Adjie notonegoro, desainer yang menjadi juri mengatakan bahwa tema
ini sangat seru untuk dipamerkan karena gayanya yang modern dan memnjadi
tren.
“Harus hati-hati apakah peserta bisa mengartikan seperti apa gaya pop
art itu. Selain itu, diharapkan, pada babak penyisihan, peserta tidak
terlalu heboh dan all out. Mungkin bisa lebih kasual agar saat masuk
grand final bisa lebih all out,” kata Adjie yang juga paman dari
desainer Ivan Gunawan.
Adjie menjelaskan, dalam gaya berbusana, pop art lebih berani dari
segi warna. Seperti hijau dipadukan dengan kuning atau motif yang
bertabrakan seperti, garis-garis dengan polkadot. Ini lebih
memperlihatkan keceriaan dari setiap orang.
Setiap minggunya akan ada artis berbeda yang menghibur. Seperti Maria Calista, The Overtunes Mulan Jameela dan Cakra khan. (sumber : suara.com)


0 komentar:
Posting Komentar