| Aktivitas Gunung Slamet tak tampak dari Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, MI/Liliek Dharmawan |
Dalam rentang waktu pukul 00.00 hingga 06.00 Wib tadi, terpantau hanya terhadi 13 gempa hembusan dan nihil asap di Gunung Slamet. Pukul 06.00-12.00 Wib, tercatat 17 kali gempa hembusan. Kendati demikian, status gunung sampai saat ini masih Siaga atau Level III.
"Tidak diketahui secara pasti apakah penurunan ini akan terus berlangsung lama ataukah ini hanya fluktuatif saja. Namun demikian, masyarakat dan lima pemda di sekitar Gunung Slamet telah siap menghadapi kondisi yang terburuk. Apalagi watak Gunung Slamet memang tidak seganas Gunung Merapi dan Gunung Kelud," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB, kepada wartawan, hari ini (15/9/2014).
Sementara itu, Sutopo melanjutkan, aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon terus menunjukkan kian tinggi. Rentang pukul 00.00-06.00 Wib, secara visual teramati asap kawah putih tipis berkisar 75-200 meter, 19 kali gempa vulkanik dalam, 32 kali gempa vulkanik dangkal, dan 10 kali gempa hembusan. Status Lokon pun masih Siaga atau level III.
"Ancaman bahaya untuk saat ini adalah terjadinya letusan magmatik disertai oleh lontaran material pijar berukuran lapili hingga bongkah dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas secara tiba-tiba. Jika awan panas terjadi, maka masyarakat di alur Sungai Pasahapen agar mewaspadai awan panas tersebut," kata Sutopo.
Dia mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di radius 2,5 kilometer dari kawah Lokon. BPBD Kota Tomohon dan BPBD Provinsi Sulawesi Utara juga telah siap menghadapi kondisi terburuk.
"BNPB telah mendampingi dan memperkuat BPBD dengan berbagai bantuan, baik manajemen keposkoan, penanganan darurat, penyusunan rencana kontinjensi, bantuan logistik dan peralatan, dan lainnya," ujar dia. (sumber : http://news.metrotvnews.com)


0 komentar:
Posting Komentar