![]() |
| Anterian BBM mengular di Jalan Pramuka Muara Teweh |
Daud mengemukakan, tujuan dari kebijaksanaan pengecekan stok BBM tersebut adalah untuk mengetahui dengan pasti posisi stok BBM yang masih ada pada setiap SPBU dan APMS setiap harinya, disamping untuk mendeteksi dini bila ada terjadi penyelewengan penyaluran BBM yang dilakukan pada malam hari oleh oknum pengelola SPBU.
Ia menambahkan, untuk melaksanakan tugas tersebut Distamben telah menugaskan enam orang aparatnya ditempatkan satu orang pada setiap SPBU dan APMS yang ada di kabupaten Barito Utara, selain enam orang petugas tersebut juga ada petugas yang melakukan pemantauan juga turun ke lapangan untuk memantau kegiatan penyaluran BBM bersubsidi.
Selain itu, sekretaris Distamben itu juga menjelaskan dengan diterapkannya kebijaksanaan tersebut selama tiga hari terakhir pihaknya dapat mendata secara sahih stok BBM di daerahnya, ia mengemukakan pasokan BBM dari Palangkaraya untuk Barito Utara sejak tangal 11 Agustus 2014; untuk SPBU PT Bintang Bunga Salma di Km 7 premium 20 kiloliter, SPBU PT Rosy Wahyu km 2 premium 20 kiloliter, SPBU PT Talenta Barito Jaya jalan Pramuka Muara Teweh premium 20 kiloliter,
solar
10 kiloliter, APMS Bintang Buana Barito di km 24 medapatkan pasokan premium 10 kiloliter. solar 10 kiloliter.Sementara pasokan untuk tanggal 12 Agustus 2014, SPBU PT Bintang Buang Salma di km 7 premium sebanyak 10 kiloliter, SPBU PT Talenta Barito Raya premium 10 kiloliter, solar 10 kiloliter, APMS Maju Jaya Sukses di jalan Pendreh mendapat pasokan 10 kiloliter, APMS Mabilon Panakuan di km 30 juga mendapatkan pasokan premium 10 kiloliter.
Kemudian untuk tanggal 13 Agustus 2014, hari Rabu kemarin pasokan BBM untuk daerah ini, yaitu untuk SPBU PT Bintang Bunga Salma premium sebanyak 10 kiloliter, SPBU PT Talenta Barito Raya mendapat pasokan premium 10 kiloliter dan AMPS Bintang Buana Barito di km 24 mendapatkan pasokan solar 10 kiloliter.
Sementara itu menurut pemantauan media ini dilapangan, Kamis (14/8) siang, tampak persediaan BBM untuk tingkat SPBU cukup memadai, sementara untuk APMS masih terjadi kekosongan dan anterian BBM ratusan meter masih saja terjadi baik di SPBU maupun AMPS.
Para pengecer BBM sebagian sudah ada yang menjual eceran premium (bensin) dengan harga sesuai Perbup Rp.7.500,- per liter, namun masih banyak yang menjual BBM tersebut dengan harga Rp 10.000,- per liter, harga ini tetap seperti harga eceran sehari sebelumnya.(j/1)



Blogger Comment
Facebook Comment